Monday, February 26, 2007
Levina, Oh Levina
Ada apa dengan Levina, kapal motor penumpang yang jadi buah bibir sekarang ini? Baru saja terbakar dan menewaskan puluhan penumpangnya, Kamis (22/2) lalu, pada hari Minggu kemarin kapal tersebut memakan korban lagi. Juru kamera Lativi, Suherman, tenggelam dan meninggal setelah meliput penyidikan bangkai kapal oleh kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Muhammad Guntur Syaifullah (juru kamera SCTV), Ajun Komisaris Besar Langgeng Widodo dan Komisaris Widianto (anggota Pusat Laboratorium Forensik Markas Besar Polri) juga ditemukan meninggal pada musibah itu.

Pada video rekaman dari juru kamera Metro TV saat detik-detik tenggelamnya bangkai KMP Levina I terlihat bahwa ternyata sebagian wartawan dan petugas tidak memakai alat keselamatan berupa rompi pelampung. Menurut Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, para wartawan dan petugas penyidik itu "menolak" memakai pelampung saat brifing dilakukan sebelum menaiki bangkai Levina.

Melalui peristiwa menyedihkan ini, baiklah kita menarik pelajaran yang sangat berharga, yakni hendaknya kita jangan meremehkan segala masalah. Penilaian saya, betapa di negara kita keselamatan tidak menjadi prioritas utama. Kita cenderung abai dalam hal keselamatan jiwa manusia, entah dibutakan oleh kepentingan yang menurut kita lebih penting, atau memang sudah menjadi tradisi bangsa ini untuk kurang menghargai nyawa manusia?

Berbagai peristiwa kecelakaan yang terjadi akhir-akhir ini hampir semua membuktikan bahwa kita lemah dalam urusan keselamatan. Lihat saja saat kapal KMP Senopati Nusantara tenggelam di Perairan Mandalika, 29 Desember 2006. Penumpang melebihi kapasitas atau daya angkut kapal. Anehnya, nakhoda kapal, yang seharusnya bisa memprediksi bahaya yang timbul akibat kelebihan muatan, justru berani menjalankan kapal. Apa yang terjadi? Ratusan penumpang ditelan lautan, mati sia-sia. Bahkan hingga kini banyak yang belum ditemukan jasadnya.

Demikian juga sejumlah kecelakan pesawat yang menimpa dunia penerbangan kita. Hanya karena alasan untuk mengeruk keuntungan, manajemen penerbangan mengklaim pesawat tua dan bermasalah laik untuk diterbangkan. Ada kebohongan atau tepatnya manipulasi data. Akhirnya, kita bisa saksikan apa yang terjadi. Nyawa hilang....

Semua ini membuat kita waswas setiap kali menggunakan alat transpotasi di negeri ini. Sepertinya tidak ada tempat yang dijamin aman bagi setiap pengguna jasa transportasi. Mau naik kereta api, khawatir anjlok. Pergi dengan pesawat waswas jatuh. Lalu, di mana tempat yang aman di negeri ini?

Sementara kecelakaan beruntun itu terjadi, kita terlihat belum sadar apa yang mesti kita benahi untuk terhindar dari segalah tragedi ini. Pemerintah agaknya juga dibuat pusing sendiri karena betapa rumitnya manajemen pemerintahan di bangsa ini. Buktinya, belum terlihat perbaikan yang menggembirakan.

Rasa sedih dan keprihatinan yang mendalam atas kondisi ini lumrah kita alami. Namun, menurut saya, tidak cukup bersedih dan prihatin. Mari kita budayakan bahwa keselamatan jiwa manusia menjadi yang utama. Kalau selama ini kita kurang menghargai jiwa manusia, baiklah sekarang apa pun yang kita lakukan, apalagi yang sifatnya massal, hendaknya menempatkan keselamatan jiwa manusia di atas segalanya.Setuju?
posted by Apollo Lase @ 12:01 AM  
1 Comments:
  • At 11:03:00 AM, Blogger ester said…

    akhir2 ini banyak musibah terjadi.
    tapi mungkin sebenarnya bisa dihindari kalo kita nggak lalai. contoh nyata yah levina itu tadi.

    sidak yang dilakukan sekarang ke alat2 transportasi untuk melihat kelengkapan keamanan penumpang emang bagus banget, sayang... semua baru dilakukan setelah musibah terjadi. dan takutnya setelah musibah ini sudah nggak kedengaran gemanya, sidak pun dihentikan. tunggu musibah lainnya.

    jadi teringat tahun lalu ketika kapal penumpang sibolga gusit kecelakaan, bang.
    banyak temen saya yang jadi korban. salah satunya Alex, tidak ditemukan sampe sekarang :(

     
Post a Comment
<< Home
 
Postingan Terakhir
Info Lain
Postingan Bulan Lalu
Pesan dan Kesan
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
Sahabat Terbaikku
Free Hit Counter
Free Hit Counter