Peristiwa itu digambarkan di sebuah baliho di Jalan Jemursari, Surabaya, di pertigaan dekat Pizza HUT. Iklan layanan masyarakat itu melukiskan buaya dan hiu lambang Kota Pahlawan kini sedang semaput akibat tingginya tingkat pencemaran di kota itu. Ini tentu satu bentuk imbauan bagi masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Apalagi, dalam waktu dekat di Bali akan dilaksanakan konferensi pemanasan global.
Buaya yang digambarkan menutup hidungnya dengan salah satu kaki depannya. Dan, sudah kelihatan sangat menderita. Nasib lebih buruk dialami si hiu. Ia sudah tidak bisa bertahan dengan pencemaran yang terjadi. Ia pun terjatuh dan ia semaput. Orang Surabaya tentu tidak mau kalau logo kotanya tinggal buaya saja. Iya kan?
wah...sampe sgitu ya surabaya..kalo di jakarta spt apa ya..
ReplyDeletehehe lucu psa nya... nyambung banget
ReplyDeletesangat bagus sekali gan info nya
ReplyDeletesaya sangat suka
saya suka sekali dengan info nya
ReplyDeleteterimakasih gan
sukses selalu